BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak akan terlepas dalam kegiatan perekonomian, perekonomian membantu untuk saling memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu. Suatu negara akan menjalakan perekonomian dengan berbagai sistem yang dalam penerapannya dianggap efektif dalam pemenuhan kebutuhan masyarakatnya. Misalnya Indonesia yang menerapakan perekonomian terbuka, dimana akan terjadi kegiatan ekspor dan impor.
Jika kita
membandingkan ekonomi Indonesia dengan negara tetangga, tentu ada perbedaan
yang cukup mendasar.Perbandingan ekonomi antar negara ini tidak hanya dibedakan
oleh sistem ekonomi yang dianut.Perbedaan kondisi ekonomi juga dipengaruhi oleh
sistem tata negara, di antaranya dan juga sistem pemerintahannya.sistem hukum,
pemerintahan, dan kenegaraan memang tidak memengaruhi ekonomi pada suatu
negara. Namun, kenyataannya sistem hukum dalam pemerintahan suatu negara mampu
mengontrol tindakan penyelewengan yang dilakukan oleh pihak pemerintah dalam
hal ekonomi negara.Faktor sistem hukum ini sangatlah bekerja dengan
baik.Terlihat dari minimnya kasus penyelewangan uang atau korupsi di negara
Singapura.Berbeda dengan negara Indonesia, banyaknya kasus-kasus korupsi
membuktikan bahwa sistem hukum di negara agraris ini kurang ditegakkan.Hal
inilah yang menyebabkan banyaknya kasus-kasus penyelewangan yang terjadi dalam
anggaran negara Indonesia yang memengaruhi aspek ekonomi Negara.Sangat
disayangkan memang, secara luas negara Indonesia memiliki lebih besar wilayah
dibandingkan Singapura.Banyak kelebihan-kelebihan yang dimiliki Indonesia untuk
menaikan kondisi ekonomi di wilayahnya.Berbagai macam sektor di Indonesia bisa
dimaksimalkan untuk menambah pendapatan negara, seperti sektor pertanian,
perkebunan, pertambangan, dan lain sebagainya.Namun, pada kenyataannya,
Indonesia bahkan lebih banyak mengimport berbagai kebutuhan dari luar negeri.
Pengimportan yang dilakukan oleh
pemerintah mengakibatkan anggaran negara menjadi berkurang dan kondisi ekonomi
di bidang pertanian masyaraat Indonesia tidak mengalami peningkatan.Jika setiap
sektor yang ada di Indonesia ini dimaksimalkan, ekonomi di negara ini bisa
meningkat dan bersaing dengan negara luar.
B.
Rumusan
masalah
1. Bagaimana
keadaan perekonomian Indonesia ?
2. Bagaimana
keadaan perekonomian Singapura ?
3. Apa
yang menjadi indikator dalam pembangunan perekonomian kedua negara ?
4. Bagaimana
perbandingan perekonomian kedua negara?
5. Bagaimana
perbedaan pendapatan perkapita kedua negara?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui keadaan
perekonomian Indonesia.
2.
Mengetahui keadaan
perekonomian Singapura.
3.
Mengetahui indikator
yang digunakan kedua Negara dalam membangun perekonomiaanya.
4.
Mengetahui perbandingan
perekonomian dan pendapatan perkapita dari kedua Negara.
D.
Manfaat
Dapat
memberikan pengetahuan dan ilmu kepada pembaca tentang perbandingan
perekonomian antara Indonesia dan Singapura.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Perekonomian
Indonesia
Indonesia adalah negara yang
memiliki potensi ekonomi yang tinggi, potensi yang mulai diperhatikan dunia
internasional. Indonesia di Asia Tenggara memiliki sejumlah karakteristik yang
menempatkan negara ini dalam posisi yang bagus untuk mengalami perkembangan
ekonomi yang pesat. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir ada dukungan kuat
dari pemerintah pusat untuk mengekang ketergantungan Indonesia pada ekspor
komoditas (mentah), sekaligus meningkatkan peran industri manufaktur dalam
perekonomian. Pembangunan infrastruktur juga merupakan tujuan utama pemerintah,
dan yang perlu menyebabkan efek multiplier dalam perekonomian.
Sebelumnya, Indonesia sering
disebutkan sebagai kandidat yang tepat untuk dimasukkan ke dalam kelompok
negara BRIC (Brazil, Rusia, India dan China). Kelompok lain yang sering
disebutkan sebelumnya yang tergabung dalam akronim CIVETS (yaitu Colombia,
Indonesia, Vietnam, Mesir, Turki dan Afrika Selatan) dan juga mendapat
perhatian karena anggotanya memiliki sistem keuangan yang cukup canggih dan
populasi yang tumbuh cepat. Beberapa tahun yang lalu produk
domestik bruto (PDB) dari CIVETS itu diperkirakan berkontribusi
sekitar setengah dari ekonomi global pada 2020. Namun, karena perlambatan
ekonomi global yang berkepanjangan setelah tahun 2011 kita jarang mendengar
istilah BRIC dan CIVETS lagi.
Contoh lain yang menggambarkan
pengakuan internasional akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat adalah
kenaikan peringkat dari lembaga pemeringkat kredit internasional seperti Fitch
Ratings, Moody's dan Standard & Poor's. Pertumbuhan ekonomi yang tangguh,
utang pemerintah yang rendah dan manajemen fiskal yang bijaksana dijadikan
alasan untuk kenaikan penilaian tersebut. Hal itu juga merupakan kunci dalam
masuknya arus modal keuangan yang berupa dana asing ke Indonesia: baik aliran
portofolio maupun investasi asing langsung (foreign direct investment, FDI)
yang meningkat secara signifikan. Arus masuk FDI ini, yang sebelumnya relatif
lemah selama satu dasawarsa setelah “Krisis
Keuangan Asia” menunjukkan peningkatan tajam setelah krisis keuangan
global pada 2008-2009 (namun derasnya FDI melemah kembali setelah tahun 2014
waktu Indonesia mengalami perlambatan ekonomi yang berkepanjangan di antara
tahun 2011 dan 2015).
Meski pemerintah Indonesia ingin
mengurangi ketergantungan tradisional pada ekspor komoditas mentah dan
meningkatkan peran industri manufaktur (misalnya melalui Undang-Undang Nomor 4
Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara), itu adalah jalan yang
sulit terutama karena sektor swasta masih tetap ragu-ragu
untuk berinvestasi. Tetapi transformasi ini penting karena penurunan
harga komoditas setelah tahun 2011 (yang sebagian besar disebabkan melemahnya
pertumbuhan ekonomi Cina) telah berdampak drastis pada Indonesia. Kinerja
ekspor Indonesia melemah signifikan, menyiratkan penerimaan devisa yang lebih
sedikit dan daya beli masyarakat jadi berkurang, sehingga menyebabkan
perlambatan ekonomi.
Pemerintah Indonesia di bawah
kepemimpinan Joko Widodo (yang dilantik sebagai presiden Indonesia yang ketujuh
pada bulan Oktober 2014) telah menerapkan beberapa reformasi struktural yang
bertujuan pertumbuhan ekonomi jangka panjang tetapi menyebabkan rasa sakit
jangka pendek. Misalnya, sebagian besar subsidi bahan bakar minyak (BBM) telah
berhasil diberhentikan, prestasi yang luar biasa (karena sebelumnya pemotongan
subsidi BBM itu selalu menyebabkan kemarahan besar dalam masyarakat) dibantu
oleh harga minyak mentah rendah dunia. Selain itu, pemerintah menempatkan
prioritas tinggi pada pembangunan infrastruktur (dibuktikan dengan anggaran
infrastruktur pemerintah yang meningkat tajam) dan investasi (dibuktikan dengan
program-program deregulasi yang dirilis dan insentif fiskal yang ditawarkan
kepada para investor).
Kembali ke dasar-dasarnya: apa
yang menjelaskan pertumbuhan ekonomi makro Indonesia yang kuat?
• Sumber daya
alam/komoditas yang beragam dan melimpah•Populasi generasi muda, besar dan sedang berkembang
• Stabilitas politik (yang relatif)
• Pengelolaan manajemen fiskal yang bijaksana sejak akhir tahun 1990-an
• Lokasi yang strategis terhadap perekonomian raksasa Cina dan India
• Upah tenaga kerja yang rendah
• Indonesia adalah pasar berkembang, berarti ada banyak yang perlu dibangun/dikembangkan
Indonesia adalah ekonomi pasar
di mana perusahaan milik negara (BUMN) dan kelompok usaha swasta besar
(konglomerat) memainkan peran penting. Ada ratusan kelompok swasta yang
terdiversifikasi yang berbisnis di Indonesia (namun mereka merupakan sebagian
kecil dari jumlah total perusahaan yang aktif di Indonesia). Bersama dengan
para BUMN mereka mendominasi perekonomian domestik. Ini juga berarti bahwa
kekayaan terkonsentrasi di bagian atas masyarakat (dan biasanya ada kaitan erat
antara elit korporat dan elite politik di negara ini).
Usaha mikro, kecil dan menengah
di Indonesia, yang bersama-sama berkontribusi 99 persen dari jumlah total
perusahaan yang aktif di Indonesia, tidak kalah pentingnya. Mereka menyumbang
sekitar 60 persen dari PDB Indonesia dan menciptakan lapangan
kerja untuk hampir 108 juta orang Indonesia. Ini berarti bahwa usaha
mikro, kecil dan menengah merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.
B.
Perekonomian
Singapura
Singapura adalah negara yang
mengutamakan sektor perdagangan dan sangat bergantung pada ekspor dan impor. Ekonomi di Singapura mendapat peringkat
sebagai negara yang paling terbuka di dunia, negara dengan angka korupsi
sedikit, dan negara yang paling pro bisnis. Selain itu, Singapura juga termasuk
salah satu dari Empat Macan Asia. Pajak di Singapura relatif rendah (14,2% dari
PDB). Singapura juga merupakan negara dengan pendapatan per kapita tertinggi
ketiga di dunia. BUMN memainkan peran besar dalam perekonomian Singapura dengan
memegang saham mayoritas di beberapa perusahaan terbesar
di Singapura, seperti Singapore Airlines, SingTel, ST Engineering, dan
MediaCorp. Investor juga sangat tertarik untuk berinvestasi di Singapura karena
iklim investasi yang sangat menarik dan suhu politikyang stabil.
Barang ekspor utama di Singapuraberada di sektor elektronik,
bahan kimia, dan jasa. Hal itu memungkingkan untuk membeli sumber daya alam dan
barang mentah yang tidak ia miliki. Air termasuk langka di Singapura. Maka dari
itu, air didefinisikan sebagai sumber daya yang berharga di Singapura bersamaan
dengan kelangkaan lahan yang dibantu dengan beberapa proyek reklamasi.
Industri di
Singapura dapat dikatakan mengandalkan konsep perantara perdagangan dengan
membeli barang-barang mentah dan menyempurnakannya untuk diekspor kembali,
seperti pabrik penyulingan minyak. Singapura juga memiliki pelabuhan yang
strategis yang membuatnya lebih kompetitif dibandingkan dengan beberapa negara
tetangga. Port of Singapore adalah pelabuhan kargo tersibuk kedua di dunia.
Selain itu, infrastruktur pelabuhan dan tenaga kerja yang terampil, yang
merupakan hasil dari kebijakan pendidikan dalam memproduksi pekerja terampil,
juga menjadi aspek keberhasilan pelabuhan Singapura dalam hal ekspor dan impor.
Pemerintah Singapura
mempromosikan tabungan dan investasi melalui berbagai kebijakan seperti Central
Provident Fund, yang digunakan untuk membiayai kebutuhan kesehatan dan pensiun
warganya. Tingkat tabungan di Singapura tetap menjadi salah satu yang tertinggi
di dunia sejak tahun 1970-an. Sebagian besar perusahaan di Singapura terdaftar
sebagai perseroan terbatas. Pemegang saham tidak bertanggung jawab atas hutang
perusahaan yang melebihi jumlah modal saham mereka.
Untuk mencapai kemakmuran
ekonomi di abad ke-21, Singapura telah mengambil langkah-langkah untuk
mempromosikan inovasi, mendorong kewirausahaan, melatih tenaga kerja, dan
menarik bakat asing. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan
produktivitas Singapura, sehingga Singapura tetap kompetitif dan siap untuk
menghadapi tantangan ekonomi global.
C.
Indikator Keberhasilan
Pembangunan
Dalam perekonomian suatu Negara ada hal-hal yang dijadikan indicator
sebagai tolak ukur tingkat pembangunan perekonomiannya,
1.
Pendapatan perkapita
Pendapatan
per kapita, baik dalam ukuran GNP maupun PDB merupakan salah satu indikaor
makro-ekonomi yang telah lama digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi.
Dalam perspektif makroekonomi, indikator ini merupakan bagian kesejahteraan
manusia yang dapat diukur, sehingga dapat menggambarkan kesejahteraan dan
kemakmuran masyarakat. Tampaknya pendapatan per kapita telah menjadi indikator
makroekonomi yang tidak bisa diabaikan, walaupun memiliki beberapa kelemahan.
Sehingga pertumbuhan pendapatan nasional, selama ini, telah dijadikan tujuan
pembangunan di negara-negara dunia ketiga. Seolah-olah ada asumsi bahwa
kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara otomatis ditunjukkan oleh adanya
peningkatan pendapatan nasional (pertumbuhan ekonomi). Walaupun demikian,
beberapa ahli menganggap penggunaan indikator ini mengabaikan pola distribusi
pendapatan nasional. Indikator ini tidak mengukur distribusi pendapatan dan
pemerataan kesejahteraan, termasuk pemerataan akses terhadap sumber daya
ekonomi.
2.
Struktur ekonomi
Telah
menjadi asumsi bahwa peningkatan pendapatan per kapita akan mencerminkan
transformasi struktural dalam bidang ekonomi dan kelas-kelas sosial. Dengan
adanya perkembangan ekonomi dan peningkatan per kapita, konstribusi sektor
manupaktur/industri dan jasa terhadap pendapatan nasional akan meningkat terus.
Perkembangan sektor industri dan perbaikan tingkat upah akan meningkatkan
permintaan atas barang-barang industri, yang akan diikuti oleh perkembangan
investasi dan perluasan tenaga kerja. Di lain pihak , kontribusi sektor
pertanian terhadap pendapatan nasional akan semakin menurun.
3.
Urbanisasi
Urbanisasi
dapat diartikan sebagai meningkatnya proporsi penduduk yang bermukim di wilayah
perkotaan dibandingkan dengan di pedesaan. Urbanisasi dikatakan tidak terjadi
apabila pertumbuhan penduduk di wilayah urban sama dengan nol. Sesuai dengan
pengalaman industrialisasi di negara-negara eropa Barat dan Amerika Utara,
proporsi penduduk di wilayah urban berbanding lurus dengn proporsi industrialisasi.
Ini berarti bahwa kecepatan urbanisasi akan semakin tinggi sesuai dengan
cepatnya proses industrialisasi. Di Negara-negara industri, sebagain besar
penduduk tinggal di wilayah perkotaan, sedangkan di Negara-negara yang sedang
berkembang proporsi terbesar tinggal di wilayah pedesaan. Berdasarkan fenomena
ini, urbanisasi digunakan sebagai salah satu indicator pembangunan.
4.
Angka Tabungan
Perkembangan
sector manufaktur/industri selama tahap industrialisasi memerlukan investasi
dan modal. Finansial capital merupakan factor utama dalam proses
industrialisasi dalam sebuah masyarakat, sebagaimana terjadi di Inggeris pada
umumnya Eropa pada awal pertumbuhan kapitalisme yang disusul oleh revolusi
industri. Dalam masyarakat yang memiliki produktivitas tinggi, modal usaha ini
dapat dihimpun melalui tabungan, baik swasta maupun pemerintah.
5.
Indeks Kualitas Hidup
IKH
atau Physical Qualty of life Index (PQLI) digunakan untuk mengukur
kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Indeks ini dibuat indicator
makroekonomi tidak dapat memberikan gambaran tentang kesejahteraan masyarakat
dalam mengukur keberhasilan ekonomi. Misalnya, pendapatan nasional sebuah
bangsa dapat tumbuh terus, tetapi tanpa diikuti oleh peningkatan kesejahteraan
sosial. Indeks ini dihitung berdasarkan kepada (1) angka rata-rata harapan
hidup pada umur satu tahun, (2) angka kematian bayi, dan (3) angka melek huruf.
Dalam indeks ini, angka rata-rata harapan hidup dan kematian b yi akan dapat
menggambarkan status gizi anak dan ibu, derajat kesehatan, dan lingkungan
keluarga yang langsung beasosiasi dengan kesejahteraan keluarga. Pendidikan
yang diukur dengan angka melek huruf, dapat menggambarkan jumlah orang yang
memperoleh akses pendidikan sebagai hasil pembangunan. Variabel ini
menggambarkan kesejahteraan masyarakat, karena tingginya status ekonomi
keluarga akan mempengaruhi status pendidikan para anggotanya. Oleh para
pembuatnya, indeks ini dianggap sebagai yang paling baik untuk mengukur
kualitas manusia sebagai hasil dari pembangunan, disamping pendapatan per
kapita sebagai ukuran kuantitas manusia.
6.
Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index)
The
United Nations Development Program (UNDP) telah membuat indicator pembangunan
yang lain, sebagai tambahan untuk beberapa indicator yang telah ada. Ide dasar
yang melandasi dibuatnya indeks ini adalah pentingnya memperhatikan kualitas
sumber daya manusia. Menurut UNDP, pembangunan hendaknya ditujukan kepada
pengembangan sumberdaya manusia. Dalam pemahaman ini, pembangunan dapat
diartikan sebagai sebuah proses yang bertujuan mengembangkan pilihan-pilihan
yang dapat dilakukan oleh manusia. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa
peningkatan kualitas sumberdaya manusia akan diikuti oleh terbukanya berbagai
pilihan dan peluang menentukan jalan hidup manusia secara bebas.
Pertumbuhan
ekonomi dianggap sebagai factor penting dalam kehidupan manusia, tetapi tidak
secara otomatis akan mempengaruhi peningkatan martabat dan harkat manusia.
Dalam hubungan ini, ada tiga komponen yang dianggap paling menentukan dalam
pembangunan, umur panjang dan sehat, perolehan dan pengembangan pengetahuan,
dan peningkatan terhadap akses untuk kehidupan yang lebih baik. Indeks ini
dibuat dengagn mengkombinasikan tiga komponen, (1) rata-rata harapan hidup pada
saat lahir, (2) rata-rata pencapaian tingkat
pendidikan(3) pendapatan per kapita yang dihitung berdasarkan Purchasing
Power Parity. Pengembangan manusia berkaitan erat dengan peningkatan
kapabilitas manusia yang dapat dirangkum dalam peningkatan knowledge, attitude
danskills, disamping derajat kesehatan seluruh anggota keluarga dan
lingkungannya.
Perbandingan
Perekonomian Indonesia dengan Singapura
1. Sistem
Perekonomian
Sistem Perekonomian Indonesia
|
Sistem
Perekonomian Singapura
|
Indonesia
Menganut sistem Ekonomi Pancasila
|
Singapura
menganut sistem Ekonomi pasar yang maju.
|
2. Aktivitas
Perekonomian
Aktivitas
Perekonomian Indonesia
|
Aktivitas Perekonomian Singapura
|
Indonesia
bergantung pada hasil Ekspor hasil pertanian dan Import barang-barang
Industri.
|
Singapura
sangat bergantung pada Ekspor dan pengolahan barang Import khususnya di
bidang Manufaktur (sektor
Elektronik, pengolahan minyak Bumi, bahan kimia, teknik mekanik dan ilmu Biomedis)
|
Di
Indonesia pajak dan Retribusi daerah untuk tambahan pendapatan negara.
|
Singapura
memperkenalkan Pajak Barang dan Jasa yang menambah pendapatan pemerintah
dan menyeimbangkan keuangan
pemerintah.
|
Perbedaan Keadaan Statistik
Singapura
PDB
|
US$ 445,172 milyar (2014 est,)
|
Pertumbuhan PDB
|
2.8% (2014)
|
PDB per kapita
|
$56,112 (nominal, 2014 est.)
|
| Labour force by occupation |
agriculture: 1.3% industry: 14.8% services: 83.9% (2013 est) |
Pengangguran
|
1.9% (2013 est.)
|
Industri utama
|
elektronik, kimia, jasa keuangan, peralatan pengeboran minyak,
pengilangan
minyak bumi, pemrosesan karet dan produk karet, pemrosesan makanan
dan minuman, konstruksi lepas pantai, sains, reekspor
|
| Peringkat
kemudahan melakukan bisnis |
1st (world
bank) |
| Komiditas ekspor |
mesin dan peralatan (termasuk elektronik dan
telekomunikasi, obat dan kimia lainnya, produk pengilangan
minyak bumi |
| Tujuan ekspor
utama |
Malaysia Hong Kong China Indonesia Amerika Serikat Jepang Australia Korea Selatan (2012 est.) |
| Komoditas impor |
mesin dan peralatan, bahan bakar, kimia,
makanan,
barang jadi |
Indonesia
PDB
|
Rp 10.542,7 Ttiliun (2014)
|
Pertumbuhan PDB
|
4,63 % (2014)
|
PDB per kapita
|
41,8 juta atau $ 3631,5
|
| Labour force by occupation |
agriculture: 38.9% industry: 13.2% services: 47.9% (2012 est.) |
Pengangguran
|
8,5 %
|
Industri utama
|
Pengolahan hasil pertanian dan
kelautan, industry tekstil, furniture, makanan dan minuman, industry logam
dasar
|
| Peringkat
kemudahan melakukan bisnis |
91 (world bank)
|
| Komiditas ekspor |
Kelapa sawit, batu bara,
kakao, energy geothermal (sumber daya mineral), kopi, karet, dsb.
|
| Tujuan ekspor
utama |
China Jepang Amerika Serikat India Singapura Malaysia Korea Selatan Thailand Belanda (2012 est.) |
| Komoditas impor |
mesin dan peralatan, bahan
bakar, kimia,
makanan,
barang jadi,
kebutuhan pokok
|
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Perekonomian Negara Indonesia
dan Negara Singapura perbedaanya cukup tinggi, Negara Indonesia wilayahnya
lebih luas dibandingkan Negara Singapurasebenarnya dengan hal ini Indonesia
bisa lebih maju daripada Singapura, Indonesia adalah Negara yang kaya
seharusnya Indonesia dapat memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki untuk
bersaing dengan Negara tetangga, Indonesia dapat memaksimalkan berbagai macam
sector yang dimiliki, khususnya pada sector pertanian seperti julukannya
Indonesia adalah Negara agraris, seharusnya hasil output dari sector pertanian
dapat di ekspor di berbagai Negara namun kemyataanya Indonesia tetap memilih
jalan imprt untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, indonesia
memiliki sumber daya alam yang melimpah jika Indonesia dapat mengolah dan
memanfaatkan secara optimal maka Indonesia dapat merajai eksportir migas dunia
dengan begitu pendapatan Negara akan meningkat dan pendapatan perkapita juga
akan stabil, seperti yang kita ketahui bahwa pendapatan perkapita adalah tolak
ukur dari kemajuan suatu negara, tapi kenyataanya hasil sumber daya alam
khususnya migas sudah di kuasai oleh pihak asing, Pemerintah mempunyai peran
penting dalam pengembangan untuk menuju kestabilan ekonomi agar Indonesia dapat
sejajar dengan Negara lain khususnya Negara Singapura.
DAFTAR PUSTAKA
Central
Intellegence Agency : The world fact book.
https://www.bps.go.id/
(Badan pusat statistik)
Komentar
Posting Komentar